Ada ungkapan pribahasa, "membaca adalah jendela dunia." Kenapa demikian? Karena hanya dengan membaca kita bisa seakan-akan 'berkeliling dunia.' Maksud dari ungkapan ini sendiripun bukan sungguhan berjalan, melainkan jiwa, pikiran, dan imajinasi kita yang melalang buana keliling dunia. Tiap buku memiliki isi dan gaya bahasa yang berbeda, memiliki arti yang dapat mendiskripsikan suatu situasi dengan kata/kalimat yang dapat diproyeksi dalam imajinasi atau pikiran kita.
Lewat membaca kita juga bisa merasakan banyak perasaan baik itu cinta, kesedihan, amarah, motivasi, kegembiraan, dan kita dapat menimba ilmu seluas-luasnya hanya melalui buku. Membaca buku juga tidak harus selalu tentang pelajaran, contoh sekarang novel sudah banyak diproduksi berisi kata-kata atau istilah yang belum pernah kita dengar atau ketahui sebelumnya. Hanya dengan membaca dan mengetahui artinya saja kita sudah mendapat pengetahuan baru untuk dapat memperluas cara komunikasi kita dengan yang lainnya. Keren bukan jika kita bisa menambah pengetahuan kosa kata kita lebih dari orang lain? Berikut beberapa hasil survey yang kita lakukan kepada teman-teman kami tentang buku apa saja yang biasa mereka baca:
Dan apa saja sih pendapat mereka tentang tingkat minat baca di Indonesia, apa penyebabnya?
Sebagian dari mereka menjawab tentang adanya perubahan di zaman modern ini. Jika di simpulkan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya menurunan drastis minat baca di Indonesia, antara lain :
1) Faktor Lingkungan, dimana jika kita dari kecil tidak dibiasakan untuk menumbuhkan minat baca dari dalam diri kita tidak akan memiliki ketertarikan ketika melihat buku. Terlebih lagi melihat gaya hidup teman-teman disekitar yang lebih memilih untuk hangout di Mall dari pada mengisi ilmu kedalam diri.
2) Zaman yang semakin canggih, kurangnya nikmat proses dan hanya mau langsung tau hasilnya. Contohnya ketika kita diberikan sebuah tugas untuk menyimpulkan sebuah buku kita lebih sering mencari hasilnya langsung di internet tanpa tau dan menikmati setiap detil isi buku tersebut.
3) Gadget, hanya dengan satu gadget kita bisa melakukan banyak hal dan melupakan segala hal. Kebiasaan ini sangat buruk ketika kita tidak lagi bisa melepaskan gadget maka kita tidak akan pernah bisa mengerjakan hal lainnya.
4) Makin banyaknya game online dan social media, aplikasi ini membuat kita kecanduan untuk tidak melepaskannya. Kita jadi lupa cara bersosialisasi antar sesama dengan bertatap muka langsung. Game online dan app lainnya bisa berfungsi sebagai media melepas penat dan stres, terkadang kita lupa bahwa buku juga dapat menjadi media lain yang bisa membantu meredakan stres tanpa takut terkena radiasi.
5) Diri sendiri, niat dalam diri. Jika kita tidak menumbuhkan ketertarikan dalam membaca, jalankan membaca mendengar saja sudah membuat mengantuk.
Sekian hasil survey dan sedikit penjelasan tentang rendahnya minat baca di Indonesia yang kami kumpulkan berdasar data yang ada. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi dan kakak-kakak senior kami yang sudah mau meluangkan waktu untuk memberikan tanggapan tentang sudut pandangnya.
Terima kasih.


Comments
Post a Comment